Kamis, 20 Juni 2013

POWER POINTS TI


















RUMUS


SURAT RESMI 2


SURAT RESMI 1


PETA


PENJUALAN


PENGGAJIAN










TEKHNOLOGI INFORMASI

TEKHNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
NAMA      : NUR HAKIM
NIM       : 2124120109
KELAS     : I KARYAWAN B

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi allah swt atas segala rahmat yang telah di berikankepada saya sehingga saya bisa menyusun makalah ini tentangKebugaran Jasmani.
Makalah ini di susun berdasarkan tugas yang di berikan oleh bapakdosen, sebagai syarat akhir Matakuliah Bultangkis.
Makalah ini saya susun dengan membaca buku dan informasi dari internet.Makalah ini saya buat saya usahakan dapat di mengerti saya sendiridan orang lain, bila ada kesalahan mohon kritik dan saran yang bersifat membangun, agar bisa perbaikan pembuatan makalah untuk selanjutnya.
Akhir  kata, mudah-mudahan makalah ini memberi manfaat dalamkegiatan belajar mengajar, khususnya dalam perkuliahan sehingga dapatmempermudah dalam proses pembelajaran.
penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................i
DAFTAR ISI...................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................1
A.Latar Belakang Masalah ...................................................................1
B.Rumusan Masalah..............................................................................1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................. 2
A.Konsep dan Teori Kebugaran Jasmani .............................................2
B.Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani ...............................................3
C.Latihan Kebugaran Jasmani ..............................................................4
BAB III PENUTUP ........................................................................................ 14
A. Kesimpulan ....................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................15

BAB I
PENDAHULUAN

A.latar belakang
Seseorang yang sehat dinamis tentu sehat statis, namun tidakdemikian dengan sebaliknya sehat statis belum tentu sehat dinamis. Jadi kian berat kerja atau olahraga yang dapat dilakukan seseorang dengan fungsiorgan tubuh tetap dalam keadaan normal, kian tinggi derajat sehatdinamisnya. Sebagai contoh, seseorang yang mampu berjalan di sepanjangtanjakan yang cukup panjang selama 10 menit atau lebih dengan dengankecepatan wajar tanpa tanda-tanda sesak nafas, akan disebut memilikiderajat sehat dinamis. Tapi bila seseorang lainnya dapat berlari di sepanjangtanjakan itu tanpa tanda-tanda sesak nafas, maka dia disebut memilikiderajat sehat dinamis yang lebih tinggi. Sesak nafas menunjukkan adanyafungsi organ tubuh yang tidak normal, yaitu ketidakmampuan organ tubuhmemenuhi tuntutan kebutuhan olahdaya (metabolism) yang lebih tinggi padawaktu terjadi kegiatan jasmani yang lebih berat.Setiap orang perlu memiliki derajat sehat dinamis. Apalah artinyasehat kalu orang itu hanya sehat sewaktu beristirahat, apalagi jika sehatsewaktu tidur. Perikehidupan manusia dalam setiap seginya selalumembutuhkan dukungan derajat sehat dinamis pada tingkat tertentu.Jasmani yang bugar adalah jasmani yang memiliki derajat sehat dinamisyang mampu mendukung segala aktivitas dalam kehidupan sehari-hari tanpaterjadi kelelahan yang berlebihan, dan kelelahan itu pulih kembali sebelumdating tugas yang sama pada keesokan harinya. Inilah inti pengertiankebugaran jasmani. Kian tinggi derajat sehat dinamis seseorang, kian besar kemampuan kerja fisiknya dan kian kecil kemungkinan terjadi kelahan. Orangseperti itu memiliki derajat kebugaran jasmani yang tinggi.
B. Rumusan Masalah
1. Konsep dan teori kebugaran jasmani ?
2. Manfaat latihan kebugaran jasmani ?
3. Latihan kebugaran jasmani ?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Konsep dan Teori  Kebugaran Jasmani
Pengertian kebugaran jasmani menurut Prof. Sutarman adalah suatuaspek, yaitu aspek fisik dan kebugaran yang menyeluruh (total fitness) yangmemberi kesanggupan kepada seseorang untuk menjalankan hidup yangproduktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap ± tiap pembebanan fisik(physical stress) yang layak. Proff. Soedjatmo Soemowardoyo menyatakanbahwa kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk menyesuaikanfungsi alat ± alat tubuhnya dalam batas ± batas fisologi terhadap lingkungan(ketinggian, kelembapan suhu, dan sebagainya) dan atau kerja fisik denganyang cukup efisien tanpa lelah secara berlebihan. Secara umum pengertiankebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk menjalankanpekerjaan sehari ± hari dengan ringan dan mudah tanpa merasakankelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untukmelakukan kegiatan yang lain. Manfaat kebugaran jasmani bagi tubuh antaralain. Manfaat kebugaran jasmani bagi tubuh antara lain dapat mencegahberbagai penyakit seperti jantung, pembuluh darah, dan paru ± parusehingga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan jasmaniyang hugar, hidup menjadi semangat dan menyenangkan. Kebugaran jasmani tidak hanya menggambarkan kesehatan, tetapi lebih merupakan caramengukur individu melakukan kegiatannya sehari ± hari. Ada 3 hal pentingdalam kebugaran jasmani, yaitu :1. Fisik, berkenaan dengan otot, tulang, dan bagian lemak.2. Fungsi Organ, berkenaan dengan efisiensi sistem jantung, pembuluhdarah, dan pernapasan (paru - paru).3. Respon Otot, berkenaan dengan kelenturan, kekuatan, kecapatan, dankelemahan.Berdasarkan konsep kebugaran jasmani tersebut, maka kebugaran jasmani yang dibutuhkan untuk setiap orang sangat berbeda, tergantung darisifat tantangan fisik yang dihadapinya. Contohnya, seorang kuli yang setiaphari bekerja memanggul barang ± barang berat, maka ia harus memilikikekuatan otot, anaerobic power, daya tahan, dan sebagainya yang lebih baik.

Daripada seorang pekerja kantor. Pekerja kantor tidak banyak menguras tenaga, ia hanya membutuhkan buku ± buku dari meja ke rak buku ataumenekan tombol ± tombol keyboard computer. Dengan demikian tingkatkebugaran jasmani yang merekan miliki dan mereka butuhkan sangatberbeda.Kerja fisik ataupun latihan dalam jangka pendek misalnya kurang dari5 menit, belum mutlak memerlukan pembakaran dengan oksigen. Akantetapi, kerja fisik yang lebih lama, proses pembentukan energi hanya dapatterus berlangsung melalui pembakaran dengan oksigen. Dengan demikian, jantung, peredaran darah, dan paru ± paru (alat pernapasan) harus giatbekerja untuk menyalurkan oksigen ke bagian ± bagian tubuh yang aktif bekerja. Jadi, gerak kerja ataupun latihan yang cukup lama sebenarnyamendorong kerja jantung, peredaran darah, dan paru ± paru sehingga dapatmenghasilkan perubahan ± perubahan ke arah yang lebih baik dari keadaandaya tahan tubuh, terutama jantung. Adapun perubahan ± perubahantersebut dinamakan ³efek latihan´.
Efek latihan itu anatara lain:
1.Alat ± alat pernapasan bertambah kuat sehingga memungkinkan aliranudara yang cepat ke dalam dan keluar paru ± paru.
2.Kerja jantung bertambah kuat dan efisien untuk dapat memompakan lebihbanyak darah yang mengandung oksigen pada tiap denyutan.
3.Peredaran darah menjadi lancar sehingga unsur ± unsur gizi makanandapat dengan mudah disuplai ke seluruh jaringan tubuh
4.Tegangan (tonus) otot di seluruh tubuh meningkat sehingga menjadi lebihkuat.
B.Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani
Latihan kondisi fisik (physical conditioning) memegang peranan yangsangat penting untuk mempertahankan atau meningkatkan derajat kebugaran jasmani (physical fitness). Proses latihan kondisi fisik yang dilakukan secaracermat, berulang-ulang dengan kian hari meningkat beban latihannya.kemungkinan kebugaran jasmani seseorang semakin meningkat. Hal ini akanmenyebabkan seorang kian terampil, kuat dan efisien dalam gerakannya.Para ahli olahraga berpendapat, bahwa seorang  atlet  yang
mengikuti program latihan kondisi fisik secara intensif selama 6-8 minggu sebelum musim pertandingan, akan memiliki kekuatan, kelenturan, dan daya tahanyang lebih baik selama musim pertandingan.
C.Latihan Kebugaran Jasmani
Tujuan utama dari latihan kebugaran jasmani adalah untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat kebugaran jasmani. Unsur – unsur kebugaran jasmani yang berhubungan dengan konsep kebugaran jasmani dalam kehidupan sehari – hari terdiri  dari kekuatan, kelenturan dan keseimbangan. Bentuk ini akan diuraikan bentuk – bentuk latihan  kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan  yang dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan murah, namun menghasilkan kebugaran yang maksimal apabila dilakukan dengan benar, teratur, dan dalam jangka waktu yang lama.
1.    Kekuatan (Strength)
Kekuatan adalah kemampuan otot tubuh untuk melakukan kontraksi guna membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan. Bentuk latihan yang cocok untuk mengembangkan kekuatan yaitu latihan – latihan tahanan (resistance exercice) dimana kita harus mengangkat, mendorong, atau menarik suatu beban. Beban itu bisa berasal dari anggota tubuh kita sendiri (external resistance). Agar hasilnya baik, latihan tahanan harus maksimal untuk menahan beban tersebut dan beban harus sedikit demi sedikit bertambah berat agar perkembangan otot meningkat. Bentuk latihannya antara lain : mengangkat barbell, dumbell, weight training (latihan beban), dan latihan dengan alat – alat menggunakan per (spring divices).
Kekuatan otot merupakan komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Manfaat kekuatan bagi tubuh adalah :
a.Sebagai penggerak setiap aktivitas fisik,
b.Sebagai pelindung dari kemungkinan cedera,
c.Dengan kekuatan akan membuat orang berlari lebih cepat, melempar atau menendang lebih jauh dan efisien, memukul lebih keras,dan dapat membantu memperkuat stabilitas sendi sendi.
Latihan kekuatan dengan beban tubuh kita sendiri (internal resistance) antara lain :
a.Latihan untuk otot – otot lengan
1)Push up (telungkup dorong angkat badan)
a)Tujuan : untuk melatih kekuatan otot lengan.
b)Cara melakukan :
(1)Tidur telungkup, kedua kaki rapat lurus ke belakang dengan ujung kaki bertumpu pada lantai.
(2)Kedua telapak tangan menapak lantai di samping dada, jari – jari menghadap ke depan, siku ditekuk.
(3)Tingkat badan ke atas hingga kedua tangan lurus, sementara posisi kepala, badan, dan kaki berada dalam satu garis lurus.
(4)Badan diturunkan kembali dengan cara menekuk lengan, sementara posisi kepala, badan, dan kaki tetap lurus tidak menyentuh lantai.
(5)Gerakan ini dilakukan berulang – ulang sampai tidak kuat.
2)Pull up (gantung angkat tubuh)
a)Tujuan : untuk melatih kekuatan otot lengan.
b)Cara melakukan :
(1)Sikap awal : bergantung pada palang tunggal, jarak kedua tangan selebar bahu, posisi telapak tangan mengahadap kearah kepala, kedua lengan lurus.
(2)Mengangkat tubuh ke atas hingga dagu berada di atas palang.
(3)Badan diturunkan kembali dengan cara meluruskan lengan, sementara posisi kepala, badan, dan kaki tetap lurus.
(4)Gerakan ini dilakukan berulang – ulang sampai tidak kuat.
3)Jongkok angkat tubuh
a)Tujuan : untuk melatih kekuatan otot lengan.
b)Cara melakukan :
(1)Sikap awal jongkok, kedua kaki sedikit terbuka, kedua telapak tangan menempel di lantai di antara kedua paha mendekati lutut, dan lengan lurus.
(2)Sentuhan paha ke bagian dalam dekat dengan siku tangan.
(3)Angkat kedua kaki ke atas secara perlahan – lahan hingga lepas dan lantai, siku dapat berfungsi sebagai penahan pada paha.
(4)Tahan gerakan ini selama mungkin.
4)Berjalan telungkup dengan tangan
a)Tujuan : untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu.
b)Cara melakukan :
(1)Latihan ini dilakukan berpasangan, satu orang berjalan dengan telapak tangan, sedangkan pansangannya membantu dengan memegang / mengangkat kedua kakinya.
(2)Latihan ini dilakukan berulang – ulang dan bergantian dengan jarak tempuh ± 10 meter.
b.Latihan kekuatan otot perut (sit up)
1)Tujuan : untuk melatih kekuatan otot lengan dan bahu.
2)Cara melakukan :
a)Sikap awal tidur terlentang, kedua lutut ditekuk, jari – jari berkaitan di belakang kepala, dan pergelangan kaki dipegangi  teman.
b)Angkat badan ke atas sampai posisi duduk, kedua tangan tetap berada di belakang kepala.
c)Badan diturunkan kembali ke sikap awal.
d)Gerakan ini dilakukan berulang – ulang sebanyak mungkin.
c.Latihan otot punggung (back up)
1)Tujuan : untuk melatih kekuatan otot punggung
2)Cara melakukan :
a)Sikap awal tidur terlungkup, kedua kaki rapat lurus ke belakang, kedua tangan dengan jari – jari berkaitan diletakkan di belakang kepala, pergelangan kaki dipegang oleh teman
b)Angkat badan ke atas sampai posisi dada dan perut tidak lagi menyentuh lantai , kedua tangan tetap berada di belakang kepala.
c)Badan diturunkan kembali ke sikap awal.
d)Gerakan ini dilakukan berulang – ulang sebanyak mungkin.
2.Latihan Kelenturan (Flexibility)
Kelenturan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan gerak dalam ruang gerak secara maksimum tanpa hambatan yang berarti. Terdapat (2) dua teknik gerakan latihan kelenturan, yaitu kelenturan dinamis dan kelenturan statis
a.Latihan kelentuiran dinamis
Latihan keleturan dinamis adalah berbagai pola pergerakan mengayun dan berputar sederhana yang bertujuan untuk mengembangkan kebebasan dan kehalusan gerakan.
Contoh gerakan dalam latihan kelenturan dinamis :
memutar lengan , mengayun kaki, memutar leher, dan memutar pinggang. Latihan – latihan tersebut benar – benar untuk mengembangkan kesantaian, memperlancar sirkulasi darah, dan menyajikan latihan seperti pemanasan yang ringan.
1)Latihan kelenturan leher secara dinamis
a)Tujuan : melatih kelenturan otot – otot leher.
b)Cara melakukan :
(1)Miringkan  kepala kesamping kiri dan kanan, sentuhkan telinga kiri ke bahu kiri dan telingan kanan ke bahu kanan lakukan gerakan sebanyak 2   8 hitungan
(2)Gerakkan kepala menunduk ke depan, dagu menyentuh dada, dan gerakkan ke belakang hingga menengadah lakukan sebanyak 2-8 hitungan
(3)Tengokkan kepala ke kanan dan ke kiri lakukan sebanyak 2-8 hitungan
(4)Putar kepala ke samping kirir dan kanan. Satu putaran 4 hitungan lakukan gerakan sebanyak 2 - 8 hitungan.
2)Latihan kelenturan sendi bahu secara dinamis
a)Tujuan : melatih persendian dan otot bahu serta meluaskan gerakan bahu
b)Cara melakukan :
(1)Mula – mula berdirir tegak, kedua kaki dibuka selebar bahu, dan kedua tangan disamping badan
(2)Kemudian rentangkan kedua tangan lurus kesamping, lalu putarlah kedua lengan tersebut dari mulai putaran perlahan – lahan kemudian cepat dan putaran dari kecil kemudian membesar
(3)Gerakan ini dilakukan mulai dari gerakan memutar lengan kearah kanan sebanyak 8 hitungan, kemudian dilanjutkan dengan gerakan memutar lengan kea rah kiri sebanyak 8 hitungan.
3)Latihan kelenturan batang tubuh secara dinamis
a)Tujuan : melatih kelenturan otot – otot batang tubuh
b)Cara melakukan :
(1)Letakkan tangan di pinggang, lalu bengkokkan badan kesamping kiri dan kanan sebanyak 8 hitungan
(2)Tangan di atas kepala, telapak tangan rapat, lengan lurus, bengkokkan badan ke samping kiri dan sebanyak 2 kali 8 hitungan
(3)Letakkan tangan di pinggang dan putar ke kiri dan kanan 2x8 hitungan
(4)Tangan di atas kepala, telapak tangan rapat, lengan lurus, putar ke kiri dan kanan 2 kali 8 hitungan
4)Latihan kelenturan sendi pinggul
a)Tujuan : melenturkan sendi dan otot pinggul
b)Cara melakukan :
(1)Mula – mula berdiri tegak, kedua kaki dirapatkan dan  kedua tangan lurus di atas kepala
(2)Kemudian ayunkan kedua lengan ke bawah dengan cara membungkukkan pinggul, lalu dilanjutkan menggerakkan kedua tangan ke atas kepala
(3)Gerakan ini dilakukan secara bergantian dari atas ke bawah dan sebaliknya
(2 kali 8 hitungan)
5)Latihan kelenturan sendi lutut
a)Tujuan : mengutakan persendian lutut
b)Cara melakukan :
(1)Mula – mula berdiri tegak, kemudian letakkan salah satu  kaki berada di depan dan  kaki yang lain di belakang di mana lutut kaki depan ditekuk
(2)Kedua telapak tangan menapak / bertumpu di lantai, sejajar dengan kaki depan
(3)Kemudian renggut – renggutkan pinggul ke bawah berulang – ulang dengan menggunakan pergantian posisis kaki
(4)Gerakan ini dilakukan ke depan dan belakang (2   8 hitungan)
b.Latihan kelentuiran statis
Latihan keleturan statis adalah bertahan dalam posisi yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu
1)Latihan kelenturan sendi lutut secara statis
a)Tujuan : melatih kelenturan otot – otot sendi lutut
b)Cara melakukan :
(1)Berdiri tegak, letakkan salah satu kaki di depan lalu bengkokan kaki ke belakang  lurus, tangan menyentuh lantai, tahan 8 hitungan
(2)Balik badan, kaki yang tadinya lurus gentian ditekuk, tahan 8 hitungan
2)Latihan kelenturan otot punggung dan paha secara statis
a)Tujuan : melatih kelenturan otot – otot punggung dan paha
b)Cara melakukan :
(1)Berdiri tegak, kedua kaki rapat lurus, bungkukkan badan hingga tangan  menyentuh lantai  tahan 8 hitungan
(2)Berdiri tegak, kedua kaki rapat lurus, bungkukkan badan tangan  memegang pergelangan kaki, cium lutut, tahan 8 hitungan
3)Latihan kelenturan otot punggung secara statis.
a)Tujuan : melatih kelenturan otot – otot punggung
b)Cara melakukan :
(1)Berdiri tegak, kedua kaki rapat lurus, bungkukkanb badan hingga tangan menyentuh lantai, tahan 8 hitungan.
(2)Berdiri tegak, kedua kaki rapat lurus, bungkukkan badan tangan memegang pergelangan kaki, cium lutut, tahan 8 hitungan.
4)Latihan kayang
a)Tujuan : melatih kelenturan otot – otot punggung
b)Cara melakukan :
(1)Tidur telentang, kaki terbuka dan lutut ditekuk, telapak kaki menapak di lantai, kedua telapak tangan berada di sisi telinga, siku mengarah ke atas.
(2)Angkat badan dengan cara menolakkan kedua tangan hingga lurus dan kedua kaki juga diluruskan bersamaan. Pertahankan posisi kayang selama 8 hitungan..
3.Latihan Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan adalah mempertahankan tubuh dari suatu tekanan atau beban dari badan dalam keadaan diam atau sedang bergerak. Latihan keseimbangan ini dapat dilakukan dengan jalan mengurangi atau memperkecil bidang tumpuan. Latihan keseimbangan adalah latihan / bentuk sikap badan dalam keadaan seimbang baik pada sikap berdiri, duduk, maupun jongkok.
a.Latihan keseimbangan mengangkat salah satu kaki dari sikap kayang.
1)Tujuan :melatih kekuatan otot – otot tungkai, punggung, dan lengan, serta menjaga keseimbangan.
2)Cara melakukan :
a)Tidur telentang, kaki terbuka dan lutut ditekuk, telapak kaki menapak di lantai, kedua telapak tangan berada di sisi telinga, siku mengarah ke atas.
b)Angkat badan dengan cara menolakkan kedua lengan hingga lurus dan kedua kaki juga diluruskan bersamaan (posisi kayang).
c)Angkat salah satu kaki lurus ke atas, pertahankan posisi selama 8 hitungan.
d)Lakukan dengan kaki tumpua yang berbeda.
b.Latihan keseimbangan dengan sikap kapal terbang.
1)Tujuan : melatih kekuatan otot – otot tungkai dan menjaga keseimbangan
2)Cara melakukan :
a)Berdiri tegak, kedua kaki rapat dan kedua tangan di samping badan.
b)Rentangkan kedua lengan, badan dibungkukkan ke depan.
c)Angkat salah satu kaki perlahan – lahan lurus ke belakang, hingga badan dan kaki membentuk satu garis horizontal, sedangkan kepala tetap menengadah (sikap kapal terbang)
d)Setelah seimbang, nagkat tumit kaki tumpu dan pertahankan posisi ini selama 8 hitungan.
e)Lakukan dengan kaki tumpu yang berbeda.
c.Latihan keseimbangan dari sikap berdiri kemudian jongkok.
1)Tujuan : melatih kekuatan otot – otot tungkai dan menjaga keseimbangan.
2)Cara melakukan :
a)Berdiri tegak, kedua kaki rapat, dan kedua tangan di pinggang.
b)Angkat salah satu kaki perlahan – lahan lurus ke depan hingga membentuk sudut 90o dengan kaki yang lain.
c)Perlahan – lahan bengkokkan lutut kaki tumpu hingga jongkok dan tahan sebentar.
d)Berdiri lagi dengan posisi salah satu kaki tetap lurus ke depan.
e)Lakukan dengan tumpuan kaki yang berbeda.
d.Latihan keseimbangan dari sikap duduk.
1)Tujuan : melatih kekuatan otot – otot tungkai dan menjaga keseimbangan.
2)Cara melakukan :
a)Duduk terlunjur dan kedua kaki rapat lurus ke depan.
b)Dari sikap duduk, angkat kedua kaki bersamaan ke atas sehingga membentuk huruf V, pertahankan posisi selama 8 hitungan.
e.Latihan keseimbangan dari berdiri dengan satu kaki dan kaki yang lain disilangkan di lutut.
1)Tujuan : melatih kekuatan otot – otot tungkai dan menjaga keseimbangan.
2)Cara melakukan :
a)Gerakan 1, angkat dan tekuklah kaki kanan ke dalam, pertahankan selama mungkin.
b)Gerakan 2, tekuklah kaki kanan ke luar, pertahankan selama mungkin.
c)Lakukan berulang – ulang dengan kaki bergantian.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan konsep kebugaran jasmani tersebut, maka kebugaran jasmani yang dibutuhkan untuk setiap orang sangat berbeda, tergantung darisifat tantangan fisik yang dihadapinya.Tujuan utama dari latihan kebugaran jasmani adalah untukmempertahankan dan meningkatkan tingkat kebugaran jasmani. Unsur ±unsur kebugaran jasmani yang berhubungan dengan konsep kebugaran jasmani dalam kehidupan sehari ± hari terdiri dari kekuatan, kelenturan dankeseimbangan. Bentuk ini akan diuraikan bentuk ± bentuk latihan kekuatan,kelenturan, dan keseimbangan yang dapat dilakukan dengan cara yangmudah dan murah, namun menghasilkan kebugaran yang maksimal apabiladilakukan dengan benar, teratur, dan dalam jangka waktu yang lama.
1.Kekuatan (Strengh)
2 .Latihan Kelenturan (Fl xibi l ity )
3.Latihan Keseimbangan (Bal ance )

DAFTAR PUSTAKA
Diakses : Darussalam, tanggal 31 Mei 2010.http://dianherlinawati.com/2010/04/04/kebugaran-jasmani/Diakses : Darussalam, tanggal 31 Mei 2010.http://onopirododo.wordpress.com/2010/01/27/makna-kesehatan-dan-kebugaran-jasmani/